Thursday, 28 July 2022
Dapat Duit Dari hp Android
ini linknya YG BIRU klik yah
di coba tak mengapa ?
DAPAT DUIT DARI HP ANDROID
Saturday, 1 January 2022
Pertarungan Ayamnya Sawerigading : surutnya teluk palu
Yang mau dapat duit dari hape android klik link biru ini yah
DAPAT DUIT DARI HP ANDROID
membedah perihal cerita rakyat di lembah Palu yang mengisahkan tentang surutnya air laut dan terbentuknya lembah saat ini, tidak bisa dipisahkan dari cerita dengan Sawerigading sebagai tokoh utamanya. Sawerigading, demikian dialek lokal menyebutnya, dkenal sebagai tokoh legendaris dari Luwu, Sulawesi Selatan, bersama anaknya La Galigo.
Cerita tentang Sawerigading ini dikenal di hampir seluruh wilayah di lembah Palu.
Ada beberapa versi di sejumlah wilayah di lembah Palu, tentang cerita Sawerigading dan surutnya laut di lembah Palu tersebut. Salah satu cerita misalnya menjelaskan, konon suatu ketika, La Galigo datang dengan perahunya dari Ganti ke Sigi. Sesampainya di sana, di desa sedang dilaksanakan adu ayam dan La Galigo berpartisipasi.
Tapi dia kalah melawan ibunya Nili Najo, yang merupakan ratu Sigi. Dia menjadi sangat marah dengan kekalahannya tersebut, sehingga dia hampir berkelahi dengan ibunya. Tapi untungnya ayahnya, Sawerigading, datang dari Palopo tepat waktu, dan dia menyatakan bahwa itu bukan masalah ibu dan anak yang saling berkelahi. Untuk mencegah agar La Galigo sekali lagi berlayar ke Sigi dan menyebabkan bencana, Sawerigading memutuskan untuk mengusir laut.
Dia memerintahkan anjing hitamnya yang bernama Buri (hitam) yang kemudian menggonggong ke arah laut hingga laut berangsur-angsur turun. Sebagai pengingat kejadian ini, sepotong kawasan pantai di Loli diberi nama Tasi boeri atau laut hitam.
Versi lainnya dari kisah ini menyebutkan, Sawerigading tinggal di Ganti dekat Donggala di masa lalu. Pada saat yang sama, di Maku (Baku) Bakulu, hidup seorang ratu perkasa, bernama Bunga Manila.
Pada kesempatan sebuah acara besar, Bunga Manila juga mengundang Sawerigading untuk hadir. Sawerigading datang dan membawa ayam jantannya yang berani bersamanya.
Dia menyarankan kepada ratu tersebut, agar ayam mereka bertarung satu sama lain, dengan pertaruhan, ketika Sawerigading kalah, dia akan menyerahkan kapalnya ke Bunga Manila.
Sebaliknya, jika Bunga Manila kalah, dirinya akan memberikan kerbau dan kambing kepada Sawerigading.
Ayam jantan milik Sawerigading kemudian kalah dan Bunga Manila menuntut kapal yang dipertaruhkan. Namun, kapal tersebut tidak berhenti,
dan inilah yang menjadi alasan pecahnya perang di antara para pengikut keduanya. Bunga Manila kemudian memanggil bantuan saudaranya, yang tinggal di Luwu.
Ketika dia datang, dan dia mengatakan bahwa orang tua Bunga Manila dan Sawerigading bersaudara dan karena itu mereka tidak dapat bertarung.
Walaupun mengetahui hal tersebut, Bunga Manila masih membenci sepupunya, dan dia mencari cara untuk mencegahnya datang ke Maku Bakulu. Sawerigading diceritakan memiliki seekor anjing bernama, I Buri, yang berkulit hitam, yang dapat melakukan hal-hal ajaib.
Ketika Sawerigading hendak kembali ke Ganti, Bunga Manila mengganggu anjingnya agar tidak mengikuti Sawerigading dan memastikan bahwa anjing tersebut tidak kembali.
Anjing itu kemudian menggonggong mencari Sawerigading, dan kemana pun anjing itu pergi, permukaan laut pun mundur.
Cerita lainnya dari Tawaeli, mengisahkan pada saat itu Gilina eo dari Sigi, datang ke Ganti, dan mengadu ayam dengan La Galigo.
Ayam Gilina eo bernama Baka (luka) dan ayam milik La Galigo bernama Buri. Buri kemudian berubah menjadi ular, dan menyebabkan penduduk mulai lari. Dengan kejadian ini, timbul perselisihan antara keduanya, dan penguasa Sigi ini kembali dengan keadaan marah.
Di puncak Vatunonju, anjing Gilinaeo mulai menggonggong, dan dengan demikian laut pun turun. Ketika La Galigo memperhatikan hal ini, ia segera berbalik dengan perahunya.
Di perjalanan dia bertemu Boronguu.
Boronguu meminta La Galigo memastikan tanahnya tidak mengering lebih jauh. Tetapi La Galigo menjawab dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Di Biromaru, cerita ini dikisahkan sebagai berikut, di mana di masa lalu sebuah pesta besar dirayakan di Siboela di atas Bora (Sigi).
Magau (raja) Sigi saat itu disebut adalah seorang wanita, yakni Ngginajo (di tempat lain: Nili najo). Di pesta ini, La Galigo dari Ganti juga hadir untuk mengikuti sabung ayam.
Ratu Sigi meletakkan 5 tanduk kerbau dan 5 kotak bambu penuh emas di depannya sebagai taruhan.
Magau sendiri mengenakan pakaian pria, dan membawa seekor ayam bernama Tjalabae (Calabai) dan ayam dari La Galigo bernama Baka tjimpolo.
Kemudian Ngginajo berkata, jika ayamnya mengalahkan ayam La Galigo, maka dia harus memberikan semua yang dia miliki bersamanya.
Hal ini terjadi dan La Galigo harus memberikan semua yang dia miliki bersamanya, dia hanya kembali dengan satu budak. Dari Ganti, dia mengirim sebuah pesan kepada ayahnya Sawerigading di Soppeng untuk datang.
Ketika dia tiba, putranya mengatakan kepadanya bahwa dia ingin berperang dengan Sigi. Tapi Sawerigading melarang, karena kata dia, para raja Sigi dan Ganti saling berhubungan.
Ayah dan anak kemudian pergi ke Sigi untuk memperkuat ikatan persaudaraan. Tanpa memperdulikan ayahnya, La Galigo kembali ke Ganti meninggalkan ayahnya, sehingga ia terpaksa berjalan.
Semakin jauh dia berjalan, semakin jauh laut surut, sehingga seluruh lembah menjadi kering, hingga menjadi lembah Palu yang sekarang. Sawerigading kemudian menyusul putranya dan naik ke atas kapal, sehingga laut tidak kembali lagi.
Sementara itu, Jamrin abubakar, dalam buku orang Kaili gelisah menuliskan, dalam mitologi Kaili, peristiwa mengeringnya laut Kaili dikaitkan kedatangan Sawerigading, tokoh sentral dalam epos sureq Lagaligo asal Luwu, Sulsel.
Dalam pelayarannya kembali dari negeri Cina, Sawerigading (Saverigadi dalam dialek Kaili) menyempatkan masuk ke teluk Kaili dan berlabuh di Pudjananti-Banava (Donggala), kemudian menuju ke pelabuhan Bangga dan Sigi sebagai pusat kerajaan Kaili yang dipimpin seorang ratu waktu itu.
Cerita ini merupakan versi lisan dalam mitologi To Kaili (orang Kaili) di Lembah Palu. Saat kapal berlabuh, seekor anjing milik Sawerigading bernama Labolong (si hitam) secara tidak sengaja berjalan mencari mangsa sampai di dataran lembah di arah selatan Sigi.
Singkat cerita, di sanalah Labolong melakukan perkelahian dengan seekor belut raksasa penghuni sebuah telaga kecil di tengah lembah.
Perkelahian terjadi, disebabkan ketika Labolong sedang berjalan dan tanpa sengaja kakinya terperosok ke dalam telaga yang ternyata tempat kubangan belut raksasa.
Merasa terusik atas kehadiran seekor anjing yang mengobok-obong tempatnya, belut raksasa penghuni telaga pun menarik kaki anjing hitam tersebut, sehingga terjadi pertarungan maha dahsyat dalam kubangan sampai-sampai menimbulkan gempa bumi.
Labolong dan belut itu, akhirnya keluar dari dalam telaga, keduanya saling gigit dan tarik-menarik hingga hanyut ke laut bersama air bah yang tumpah (banjir bandang) bercampur warnah merah, karena kedua hewan raksasa itu berdarah.
Masyarakat di pesisir Sigi-Bora dan sekitarnya ketakutan mendengar gemuruh yang disertai banjir dan gempa.
Bekas belut saat ditarik oleh anjing, itulah yang dianggap menjadi cikal-bakal terjadinya Sungai Palu yang berhulu di Danau Lindu.
Gemuruh air sebagai susulan getaran bumi, mengakibatkan Teluk Kaili yang menjorok itu tertimbun longsoran tanah, jadi lembah sampai sekarang.
Dari peristiwa ini pula (matinya belut raksasa) menjadi cikal-bakal untuk sebutan bagi Danau Lindu hingga sekarang.
Lindu dalam bahasa Kaili atau bahasa Kulawi berarti belut, sejenis Sogili yang merupakan salah satu jenis ikan endemik danau-danau dataran tinggi di Sulawesi Tengah, khususnya di Danau Lindu.
Menurut legenda, kapal Sawerigading ketika itu terdampar di Sambo (sekarang Kecamatan Dolo), sehingga di desa ini ada gunung yang kalau dipandang dari jauh menyerupai perahu, masyarakat setempat menyebutnya Bulu Sakaya (gunung perahu).
Konon gunung itu merupakan kapal Sawerigading, sedangkan layarnya terdampar ke sebelah timur lembah yang kini disebut Bulu Masomba yang berarti gunung yang menyerupai layar.
Dari cerita dengan tokoh dan alur cerita yang beragam namun memiliki kemiripan tersebut, jika dianalisa lebih jauh, dapat mengerucutkan analisa pada sejumlah hal, pertama, interaksi antara Luwu dengan wilayah lembah Palu seperti Sigi dan wilayah Banawa di semenanjung Donggala.
Kisah ini seakan menegaskan pengaruh Luwu yang kental di dua wilayah tersebut, lewat legitimasi dengan cerita rakyat dan pengaruh dari segi keadatan di masa selanjutnya.
Kedua, cerita-cerita di atas, menunjukkan ciri kebudayaan Kaili yang matrilineal, di mana peran perempuan dalam filosofi keadatan sangat dijunjung tinggi, seperti posisi Ntina (penghulu adat) dalam struktur keadatan dan posisi Bulonggo (penyimpan tuturan dan harta) dalam keluarga bangsawan.
Ketga, cerita-cerita di atas, sebenarnya menunjukkan proses geologi di lembah Palu yang di masa itu, belum mampu dijelaskan dengan ilmiah oleh masyarakat setempat. Masyarakat di masa lalu, cenderung menandai kejadian alam dengan penanda cerita mitos atau penaman wilayah berdasarkan kejadian alamnya.
Cerita tentang Sawerigading ini dikenal di hampir seluruh wilayah di lembah Palu.
Ada beberapa versi di sejumlah wilayah di lembah Palu, tentang cerita Sawerigading dan surutnya laut di lembah Palu tersebut. Salah satu cerita misalnya menjelaskan, konon suatu ketika, La Galigo datang dengan perahunya dari Ganti ke Sigi. Sesampainya di sana, di desa sedang dilaksanakan adu ayam dan La Galigo berpartisipasi.
Tapi dia kalah melawan ibunya Nili Najo, yang merupakan ratu Sigi. Dia menjadi sangat marah dengan kekalahannya tersebut, sehingga dia hampir berkelahi dengan ibunya. Tapi untungnya ayahnya, Sawerigading, datang dari Palopo tepat waktu, dan dia menyatakan bahwa itu bukan masalah ibu dan anak yang saling berkelahi. Untuk mencegah agar La Galigo sekali lagi berlayar ke Sigi dan menyebabkan bencana, Sawerigading memutuskan untuk mengusir laut.
Dia memerintahkan anjing hitamnya yang bernama Buri (hitam) yang kemudian menggonggong ke arah laut hingga laut berangsur-angsur turun. Sebagai pengingat kejadian ini, sepotong kawasan pantai di Loli diberi nama Tasi boeri atau laut hitam.
Versi lainnya dari kisah ini menyebutkan, Sawerigading tinggal di Ganti dekat Donggala di masa lalu. Pada saat yang sama, di Maku (Baku) Bakulu, hidup seorang ratu perkasa, bernama Bunga Manila.
Pada kesempatan sebuah acara besar, Bunga Manila juga mengundang Sawerigading untuk hadir. Sawerigading datang dan membawa ayam jantannya yang berani bersamanya.
Dia menyarankan kepada ratu tersebut, agar ayam mereka bertarung satu sama lain, dengan pertaruhan, ketika Sawerigading kalah, dia akan menyerahkan kapalnya ke Bunga Manila.
Sebaliknya, jika Bunga Manila kalah, dirinya akan memberikan kerbau dan kambing kepada Sawerigading.
Ayam jantan milik Sawerigading kemudian kalah dan Bunga Manila menuntut kapal yang dipertaruhkan. Namun, kapal tersebut tidak berhenti,
dan inilah yang menjadi alasan pecahnya perang di antara para pengikut keduanya. Bunga Manila kemudian memanggil bantuan saudaranya, yang tinggal di Luwu.
Ketika dia datang, dan dia mengatakan bahwa orang tua Bunga Manila dan Sawerigading bersaudara dan karena itu mereka tidak dapat bertarung.
Walaupun mengetahui hal tersebut, Bunga Manila masih membenci sepupunya, dan dia mencari cara untuk mencegahnya datang ke Maku Bakulu. Sawerigading diceritakan memiliki seekor anjing bernama, I Buri, yang berkulit hitam, yang dapat melakukan hal-hal ajaib.
Ketika Sawerigading hendak kembali ke Ganti, Bunga Manila mengganggu anjingnya agar tidak mengikuti Sawerigading dan memastikan bahwa anjing tersebut tidak kembali.
Anjing itu kemudian menggonggong mencari Sawerigading, dan kemana pun anjing itu pergi, permukaan laut pun mundur.
Cerita lainnya dari Tawaeli, mengisahkan pada saat itu Gilina eo dari Sigi, datang ke Ganti, dan mengadu ayam dengan La Galigo.
Ayam Gilina eo bernama Baka (luka) dan ayam milik La Galigo bernama Buri. Buri kemudian berubah menjadi ular, dan menyebabkan penduduk mulai lari. Dengan kejadian ini, timbul perselisihan antara keduanya, dan penguasa Sigi ini kembali dengan keadaan marah.
Di puncak Vatunonju, anjing Gilinaeo mulai menggonggong, dan dengan demikian laut pun turun. Ketika La Galigo memperhatikan hal ini, ia segera berbalik dengan perahunya.
Di perjalanan dia bertemu Boronguu.
Boronguu meminta La Galigo memastikan tanahnya tidak mengering lebih jauh. Tetapi La Galigo menjawab dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Di Biromaru, cerita ini dikisahkan sebagai berikut, di mana di masa lalu sebuah pesta besar dirayakan di Siboela di atas Bora (Sigi).
Magau (raja) Sigi saat itu disebut adalah seorang wanita, yakni Ngginajo (di tempat lain: Nili najo). Di pesta ini, La Galigo dari Ganti juga hadir untuk mengikuti sabung ayam.
Ratu Sigi meletakkan 5 tanduk kerbau dan 5 kotak bambu penuh emas di depannya sebagai taruhan.
Magau sendiri mengenakan pakaian pria, dan membawa seekor ayam bernama Tjalabae (Calabai) dan ayam dari La Galigo bernama Baka tjimpolo.
Kemudian Ngginajo berkata, jika ayamnya mengalahkan ayam La Galigo, maka dia harus memberikan semua yang dia miliki bersamanya.
Hal ini terjadi dan La Galigo harus memberikan semua yang dia miliki bersamanya, dia hanya kembali dengan satu budak. Dari Ganti, dia mengirim sebuah pesan kepada ayahnya Sawerigading di Soppeng untuk datang.
Ketika dia tiba, putranya mengatakan kepadanya bahwa dia ingin berperang dengan Sigi. Tapi Sawerigading melarang, karena kata dia, para raja Sigi dan Ganti saling berhubungan.
Ayah dan anak kemudian pergi ke Sigi untuk memperkuat ikatan persaudaraan. Tanpa memperdulikan ayahnya, La Galigo kembali ke Ganti meninggalkan ayahnya, sehingga ia terpaksa berjalan.
Semakin jauh dia berjalan, semakin jauh laut surut, sehingga seluruh lembah menjadi kering, hingga menjadi lembah Palu yang sekarang. Sawerigading kemudian menyusul putranya dan naik ke atas kapal, sehingga laut tidak kembali lagi.
Sementara itu, Jamrin abubakar, dalam buku orang Kaili gelisah menuliskan, dalam mitologi Kaili, peristiwa mengeringnya laut Kaili dikaitkan kedatangan Sawerigading, tokoh sentral dalam epos sureq Lagaligo asal Luwu, Sulsel.
Dalam pelayarannya kembali dari negeri Cina, Sawerigading (Saverigadi dalam dialek Kaili) menyempatkan masuk ke teluk Kaili dan berlabuh di Pudjananti-Banava (Donggala), kemudian menuju ke pelabuhan Bangga dan Sigi sebagai pusat kerajaan Kaili yang dipimpin seorang ratu waktu itu.
Cerita ini merupakan versi lisan dalam mitologi To Kaili (orang Kaili) di Lembah Palu. Saat kapal berlabuh, seekor anjing milik Sawerigading bernama Labolong (si hitam) secara tidak sengaja berjalan mencari mangsa sampai di dataran lembah di arah selatan Sigi.
Singkat cerita, di sanalah Labolong melakukan perkelahian dengan seekor belut raksasa penghuni sebuah telaga kecil di tengah lembah.
Perkelahian terjadi, disebabkan ketika Labolong sedang berjalan dan tanpa sengaja kakinya terperosok ke dalam telaga yang ternyata tempat kubangan belut raksasa.
Merasa terusik atas kehadiran seekor anjing yang mengobok-obong tempatnya, belut raksasa penghuni telaga pun menarik kaki anjing hitam tersebut, sehingga terjadi pertarungan maha dahsyat dalam kubangan sampai-sampai menimbulkan gempa bumi.
Labolong dan belut itu, akhirnya keluar dari dalam telaga, keduanya saling gigit dan tarik-menarik hingga hanyut ke laut bersama air bah yang tumpah (banjir bandang) bercampur warnah merah, karena kedua hewan raksasa itu berdarah.
Masyarakat di pesisir Sigi-Bora dan sekitarnya ketakutan mendengar gemuruh yang disertai banjir dan gempa.
Bekas belut saat ditarik oleh anjing, itulah yang dianggap menjadi cikal-bakal terjadinya Sungai Palu yang berhulu di Danau Lindu.
Gemuruh air sebagai susulan getaran bumi, mengakibatkan Teluk Kaili yang menjorok itu tertimbun longsoran tanah, jadi lembah sampai sekarang.
Dari peristiwa ini pula (matinya belut raksasa) menjadi cikal-bakal untuk sebutan bagi Danau Lindu hingga sekarang.
Lindu dalam bahasa Kaili atau bahasa Kulawi berarti belut, sejenis Sogili yang merupakan salah satu jenis ikan endemik danau-danau dataran tinggi di Sulawesi Tengah, khususnya di Danau Lindu.
Menurut legenda, kapal Sawerigading ketika itu terdampar di Sambo (sekarang Kecamatan Dolo), sehingga di desa ini ada gunung yang kalau dipandang dari jauh menyerupai perahu, masyarakat setempat menyebutnya Bulu Sakaya (gunung perahu).
Konon gunung itu merupakan kapal Sawerigading, sedangkan layarnya terdampar ke sebelah timur lembah yang kini disebut Bulu Masomba yang berarti gunung yang menyerupai layar.
Dari cerita dengan tokoh dan alur cerita yang beragam namun memiliki kemiripan tersebut, jika dianalisa lebih jauh, dapat mengerucutkan analisa pada sejumlah hal, pertama, interaksi antara Luwu dengan wilayah lembah Palu seperti Sigi dan wilayah Banawa di semenanjung Donggala.
Kisah ini seakan menegaskan pengaruh Luwu yang kental di dua wilayah tersebut, lewat legitimasi dengan cerita rakyat dan pengaruh dari segi keadatan di masa selanjutnya.
Kedua, cerita-cerita di atas, menunjukkan ciri kebudayaan Kaili yang matrilineal, di mana peran perempuan dalam filosofi keadatan sangat dijunjung tinggi, seperti posisi Ntina (penghulu adat) dalam struktur keadatan dan posisi Bulonggo (penyimpan tuturan dan harta) dalam keluarga bangsawan.
Ketga, cerita-cerita di atas, sebenarnya menunjukkan proses geologi di lembah Palu yang di masa itu, belum mampu dijelaskan dengan ilmiah oleh masyarakat setempat. Masyarakat di masa lalu, cenderung menandai kejadian alam dengan penanda cerita mitos atau penaman wilayah berdasarkan kejadian alamnya.
Thursday, 30 December 2021
vitamin pembesar tulang ayam bangkok
Kalsium ayam Suplemen untuk ayam aduan, terdapat kandungan kalsium untuk membuat tulang berisi, kuat dan keras. Obat ini sangat bagus untuk membantu membangun dan menguatkan tulang dan sendi ayam aduan.
diberikan pada ayam secara selang seling misalnya kalo ayam diberikan hari senin berarti diberikan lagi pada hari ketiga dan begitu seterusnya
untuk merawat tulang dan menghindari dari kerapuhan. Karna kalo diberikan setiap hari tulangan ayam menjadi kaku susah gerak karena kepadatan tulang yg berlebih
Dengan pemberian yang teratur secara selang seling ayam akan terlihat kuat dan atletis sehingga akan sangat bagus ketika di adukan di arena.
Banyak orang yang sudah menggunakan obat ini untuk diberikan pada ayam aduan dan rata-rata dari mereka yang sudah mencoba serta membuktikannya secara langsung
memberikan tanggapan positif terhadap obat ini.
Mereka beranggapan obat ini sangat bagus dan sangat cocok untuk merawat tulang ayam aduan, yang natinya dapat berdampak positif terhadap stamina dan tenaga ayam aduan saat bertarung.
Karena tulang yang kuat adalah salah satu penyebab ayam tahan pukul dan tahan benturan, disamping stamina ayam yang bagus dan terlatih.
Oleh karenanya kesehatan ayam terutama tulang ayam tidak bisa dianggap remeh/ diabaikan begitu saja karena dianggap tidak penting.
Karena selain stamina,
tulang ayam lebih memiliki peranan penting bagi ayam aduan terutama kekokohan tubuh ayam.
Cara penggunaaan:
Berikan 1 butir/hari
Penggunaan untuk anak ayam
Sebaiknya satu butir belah menjadi 4 bagian
Cara menggunakannya seperti yg dijabarkan di atas
Secara selang seling
Untuk merk vitamin kalknya bebas
Sekian dn trimakasih
jenis makanan ayam bangkok berdasarkan umur
Seperti hewan lainnya, dalam beternak ayam bangkok, pakan menjadi faktor yang sangat penting. Jika Anda menginginkan ayam yang sehat, kuat, dan tangguh, berikan pakan ayam bSeperti hewan lainnya, dalam beternak ayam bangkok, pakan menjadi faktor yang sangat pentingangkok yang tepat, baik jenis, waktu, maupun cara memberikannya.
Kebutuhan nutrisi ayam bangkok pada setiap tahap pertumbuhannya tidaklah sama. Oleh karena itu, pakan yang diberikan pada ayam pun berbeda, tergantung umurnya. Tulisan di bawah ini mengulas tahap pemberian pakan yang tepat berdasarkan usia ayam.
Pakan Ayam Bangkok untuk Usia 2 Hari–2 Minggu
Salah satu cara merawat ayam bangkok yang benar adalah memberikan pakan di waktu yang tepat, yaitu sesudah berusia 2 hari. Sebelum itu, ayam anakan cukup diberi air minum yang bisa juga dicampur vitamin.
Karena pada usia ini ayam masih sangat kecil dan lemah, makanan yang diberikan harus bertekstur halus. Anak ayam masih belajar untuk mematuk dan belum bisa menelan makanan yang ukurannya lebih besar.
Zat gizi yang paling dibutuhkan ayam bangkok pada usia ini adalah protein dan lemak. Oleh karena itu, pakan yang bagus untuk diberikan adalah pakan ayam pedaging. Selain tinggi protein dan lemak, ukurannya pas dan aromanya juga sangat disukai anak ayam.
Seperti hewan lainnya, dalam beternak ayam bangkok, pakan menjadi faktor yang sangat penting. Jika Anda menginginkan ayam yang sehat, kuat, dan tangguh, berikan pakan ayam bSeperti hewan lainnya, dalam beternak ayam bangkok, pakan menjadi faktor yang sangat pentingangkok yang tepat, baik jenis, waktu, maupun cara memberikannya.
Kebutuhan nutrisi ayam bangkok pada setiap tahap pertumbuhannya tidaklah sama. Oleh karena itu, pakan yang diberikan pada ayam pun berbeda, tergantung umurnya. Tulisan di bawah ini mengulas tahap pemberian pakan yang tepat berdasarkan usia ayam.
Pakan Ayam Bangkok untuk Usia 2 Hari–2 Minggu
Salah satu cara merawat ayam bangkok yang benar adalah memberikan pakan di waktu yang tepat, yaitu sesudah berusia 2 hari. Sebelum itu, ayam anakan cukup diberi air minum yang bisa juga dicampur vitamin.
Karena pada usia ini ayam masih sangat kecil dan lemah, makanan yang diberikan harus bertekstur halus. Anak ayam masih belajar untuk mematuk dan belum bisa menelan makanan yang ukurannya lebih besar.
Zat gizi yang paling dibutuhkan ayam bangkok pada usia ini adalah protein dan lemak. Oleh karena itu, pakan yang bagus untuk diberikan adalah pakan ayam pedaging. Selain tinggi protein dan lemak, ukurannya pas dan aromanya juga sangat disukai anak ayam.
Pakan Ayam Bangkok untuk Usia 2 Minggu–1 Bulan
cara memilih pakan ayam bangkok yang berkualitas
Pakan Ayam Bangkok untuk Usia 2 Minggu–1 Bulan
cara memilih pakan ayam bangkok yang berkualitas
Menginjak usia 2 minggu, keterampilan anak ayam bangkok untuk mematuk sudah semakin baik, bahkan mulai aktif mencari sendiri makanan di sekitarnya. Ia juga sudah mampu makan makanan yang berukuran agak besar.
Di usia ini, kebutuhan anak ayam akan nutrisi juga berubah. Untuk menjaga agar pertumbuhannya tetap normal, kandungan lemak pada pakan ayam harus dikurangi. Komposisi zat gizi yang paling baik untuk anak ayam usia ini adalah protein 20%, serat 6%, dan lemak 3%.
Jenis makanan yang biasa diberikan di usia ini adalah campuran antara bekatul, jagung, dan tepung ikan dengan perbadingan 3:2:1.
Namun, makanan yang dicampur sendiri secara manual tidak dapat diukur nilai gizinya secara akurat sehingga bisa berubah-ubah.
Untuk memastikan komposisi nutrisinya sesuai dengan kebutuhan anak ayam, banyak peternak yang memilih menggunakan pakan khusus, seperti HI-PRO-VITE 591. Karena dibuat di pabrik, perbandingan masing-masing zat gizi dalam pakan ini sudah diukur secara tepat dan seimbang.
Pakan Ayam Bangkok untuk Usia 1–3 Bulan
Tips memilih pakan ayam bangkok
Pada rentang usia ini, anak ayam sudah mulai dilepas dari kandang atau diumbar, tetapi harus dibatasi karena masih rentan terhadap penyakit. Saat anak ayam berusia 1 bulan, pengumbaran bisa dilakukan paling lama 1 jam setiap hari dan pada umur 2 bulan, maksimal 2 jam setiap hari.
Masa pengumbaran ini sangat penting terutama jika Anda memelihara atau membudidayakan ayam bangkok birma. Jenis ayam yang satu ini sangat terkenal aktif, lincah, dan cekatan. Jika selalu dikurung, ayam akan menjadi malas bergerak.
Pakan ayam bangkok yang paling tepat untuk usia ini adalah makanan khusus yang berkode 591,592, dan 593. Kode yang digunakan menunjukkan tahapan usianya, yaitu:
kode 591 untuk anak ayam usia 1 bulan;
kode 592 untuk anak ayam usia 2 bulan; dan
kode 593 untuk anak ayam berusia 3 bulan.
Agar ayam cepat gemuk, sebagian peternak memberikan kyojin atau pakan ayam-raksasa di usia 2 bulan. Pakan ini berupa campuran serbuk enzim dan bahan lain yang tinggi protein, lemak, serta kalsium dan biasa diberikan oleh para peternak ayam shamo di Jepang.
Pakan Ayam Bangkok untuk Usia 3–6 Bulan
Memasuki usia ini, unggas muda semakin aktif mencari makan sendiri, berlari-lari, bahkan tarung-tarungan hingga berjam-jam lamanya, terutama ayam bangkok super. Pakan yang diberikan harus bisa memenuhi kebutuhan energinya yang semakin besar.
Pakan yang paling baik untuk diberikan adalah jenis khusus dengan kode 593 untuk umur 3 bulan dan kode 594 bagi umur 4 bulan. Untuk usia anak ayam yang sudah menginjak 6 bulan, gunakan campuran pakan butiran berkode 594 dengan beras merah.
Ayam juga bisa diberi suplemen tambahan, seperti vitamin B kompleks dan kalsium/kalk agar cepat besar. Fungsinya adalah untuk membantu supaya pertumbuhan bulu dan tulang berjalan secara maksimal.
Pakan Ayam Bangkok untuk Usia 6–8 Bulan
cara membuat racikan pakan ayam bangkok
Ayam yang sudah mencapai usia 6 bulan sudah tergolong dewasa. Makanan yang dibutuhkan ayam pada usia ini, tepatnya di usia 7 bulan, adalah yang mengandung protein untuk membentuk tubuh dan otot yang kuat.
Beras merah adalah jenis pakan yang paling tepat untuk diberikan di usia ini, sebagai pengganti voer dan makanan pabrikan. Namun, voer masih bisa diberikan sesekali sampai proses pertumbuhan bulu-bulu ayam selesai dengan sempurna.
Quote:
Ayam dewasa sudah bisa diberi pakan yang bervariasi karena pencernaannya sudah kuat. Variasi pakan penting agar gizinya terpenuhi secara seimbang dan ayam tidak bosan. Pemberian pakan yang sama terus-menerus dapat menyebabkan kelebihan nutrisi tertentu.
Contoh variasi makanan yang bisa diberikan adalah beras merah, nasi, atau voer dengan kode lebih tinggi. Beberapa jenis pakan ayam bangkok tersebut diberikan secara bergantian atau dicampur dan bisa diberikan dalam bentuk pakan basah maupun kering.
Pada usia ini, ayam bangkok betina sudah siap bertelur sehingga inilah waktu yang tepat bagi Anda jika ingin mengembangbiakkan ayam. Anda bisa memberikan pakan khusus pada ayam agar cepat bertelur.
Pakan khusus tersebut berupa campuran antara pakan pabrikan, bekatul, nasi atau aking (dengan perbandingan 1:2:1) dan sedikit air. Selain itu, ada juga peternak yang menambahkan suplemen ke dalam minuman untuk calon indukan ayam.
Untuk menghemat biaya, pakan pabrikan bisa diganti dengan pakan fermentasi. Dedak/bekatul, gula pasir, suplemen probiotik, dan air dicampur dalam wadah tertutup dan difermentasikan selama 5 hari.
Badan yang tegap dan kuat adalah ciri khas sekaligus merupakan keunggulan yang dimiliki ayam bangkok yang membuat harganya tinggi dan banyak dicari. Semoga ulasan mengenai pakan ayam bangkok ini bisa membantu Anda sukses membudidayakan ayam jawara ini.
Tuesday, 28 December 2021
jenis ayam shamo petarung
Ayam shamo adalah salah satu jenis ayam yang biasa di adu dan berasal dari Jepang. Fisik ayam shamo memang hampir mirip dengan bentuk ayam bangkok yang tegap dan tulangnya besar.
Ayam ini berasal dari keturunan ayam bangkok, arti kata shamo adalah siam. Pertama kali terdapat pedagang jepang yang berlayar ke Siam dan membawa ayam adu. Kemudian ayam Jepang dan ayam bangkok ini dikawinkan sehingga menghasilkan ayam shamo.
Ayam shamo sudah terkenal dengan julukan raja sabung. Tidak hanya banyak ditemukan di jepang, tetapi saat ini sudah tersebar di beberapa Negara Asia lainnya termasuk Indonesia.
Jenis Jenis Ayam Shamo Ayam shamo sudah memiliki banyak jenis, antara lain:
1. Ayam Shamo Asli Ayam Shamo Asli
Jenis yang pertama adalah ayam shamo asli. Ayam ini terkenal dengan bibit unggul dari ayam shamo hasil pernikahan silang. Ayam unggul ini menjadi ayam yang paling kuat ketika diadu karena tahan pukul dan kuat.
2. Ayam Shamo Ori
Ayam Shamo Ori Selanjutnya ayam shamo ori memiliki tiga jenis yaitu o-shamo, chu shamo dan ko shamo.
3. Ayam Shamo Super
Ayam Shamo Super
Ukuran ayam shamo ini sesuai dengan namanya, tubuhnya besar dan bisa mencapai hingga 7 kg dengan tinggi 85 cm untuk jantan. Ayam shamo super betina, beratnya 5 kgi dengan tinggi 55 cm.
4. Ayam Shamo Brazil
Ayam Shamo Brazil Untuk ayam shamo brazil adalah keturunan dari ayam shamo dan dikembangbiakan oleh orang Amerika Selatan.
Kelebihan Ayam Shamo
Ayam shamo memiliki kelebihan sama seperti ayam bangkok. Di bawah ini terdapat beberapa kelebihan dari ayam shamo, antara lain:
Memiliki pukulan yang sangat kuat Struktur dari otot lebih tebal Sangat tahan terhadap dalam pukulan lawannya Terkadang ketika sudah bertarung, ayam shamo akan terus berjuang bahkan jika harus mati Memiliki kekuatan dan stamina yang lama dan baik. Perbedaan Ayam Aseel Dan Shamo
Perbedaan Ayam Aseel Dan Shamo
Ayam aseel merupakan jenis ayam yang berasal dari kota Rampu. Umumnya ayam aseel dan ayam shamo memang tidak jauh berbeda. Nama shamo diambil dari perkawinan antara ayam aseel dengan thai.
Untuk ayam shamo sangat mendominasi gen dari bangkok dari pada ayam aseel. Perbedaan keduanya juga dari ukuran karena ayam shamo lebih besar. Kemudian perbedaan kedua jenis ayam ini bisa dilihat dari jengger dan matanya.
Perbedaan Ayam Shamo Dan Bangkok
Ayam shamo dan bangkok bisa dilihat bedanya dari bentuk kepala, bulu leher, sayap hingga dadanya. Ayam shamo lebih kencang kulit wajah dibandingkan dengan ayam bangkok dengan sedikit keriput. Selain itu, bulu leher dari ayam shamo tidak lebat sedangkan ayam bangkok sangat lebat bulu lehernya.
Bentuk saya dari shamo lebih mengarah ke atas dan tidak menempel di bagian tubuhnya dan ayam bangkok kebalikannya. Untuk bagian dada ayam bangkok tidak memanjang dan ayam shamo lebih lurus dan memanjang.
Ciri Ciri Ayam Shamo
Setiap ayam shamo memiliki ciri-ciri yang tidak jauh berbeda juga. Di bawah ini ciri-ciri ayam shamo dan juga telur ayam shamo.
1. Ayam Shamo Asli
Ciri-ciri ayam shamo asli jepang ini memiliki bentuk badan yang agak besar dibandingkan dengan jenis ayam bangkok lainnya. Di samping itu, paruhnya lebih kuat, tebal dan memiliki mata yang lebih cerah.
2. Ayam Shamo Ori
Tubuhnya hampir sama dengan ayam shamo asli. Dengan ciri fisik yang kuat dan memiliki stamina yang baik untuk bertarung. Tetapi, populernya ayam shamo ori masih kalah dengan ayam bangkok asli.
3. Ayam Shamo Super
Sesuai dengan namanya, ayam shamo super mempunyai badan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis ayam shamo lainnya.
4. Ayam Shamo Betina
Ciri ayam shamo betina memang tidak sebesar ayam shamo jantan. Meskipun ukurannya dari berat badannya tidak terlalu pasti seberapa ukurannya.
Tetapi, untuk ukuran ayam adu, ukuran ayam shamo betina jauh lebih besar bahkan dua kali lipas dari pada ayam bangkok. Badannya juga lebih tegak.
5. Ayam Shamo Brazil
Ciri Ayam Shamo Brazil Ciri ayam shamo brazil lebih ke tubuh yang tinggi. Ayam ini memang sangat populer di pecinta sabung ayam.
6. Telur Ayam Shamo
Ciri telur ayam shamo berbetuk lonjong dan bewarna putih. Jika dilihat sepintas mirip dengan telur ayam yang biasanya.
Untuk telur ayam shamo sangat banyak dicari oleh kebanyakan orang. Meskipun harganya cukup mahal, bentuk telurnya hampir sama dengan bentuk telur ayam biasanya.
Kelebihan Dan Kekurangan Ayam Shamo Keistimewaan dari ayam shamo bisa terlihat dari bentuk fisik. Ayam dengan ukuran besar ini memiliki kelebihan yang juga banyak.
Mental dari ayam shamo yang tidak akan menyerah menjadikan ayam ini harus menang saat bertarung. Selain itu, pukulannya yang keras dapat langsung mematikan lawan dan gaya bertarung sangat tenang.
Meskipun memiliki keunggulan, ayam shamo juga terdapat beberapa kelemahan. Kelemahan pertama adalah untuk mendapatkan jenis ayam shamo harus dilakukan perkawinan terlebih dahulu.
Di samping itu, harganya juga cukup mahal dan gaya bertarung lebih monoton dibandingkan dengan jenis ayam di Indonesia. Kelemahan yang paling utama adalah susahnya untuk import dari luar negeri.
Teknik Gaya Tarung Ayam Shamo
Ayam aduan jenis shamo sangat populer bagaimana teknik tarungnya. Gaya bertarung yang sering dilakukan oleh ayam shamo adalah penggunaan teknik gabungan yaitu mendorong dan memukul dengan akurat.
Ayam shamo akan mendekati dan memepet lawan hingga lawannya tersudut. Jenis ayam ini memiliki teknik yang bagus, jika memiliki kesempatan, ayam akan langsung terbang dan mencakar bagian kepala dari lawan.
Bahkan, tidak jarang lawan ayam shamo akan kalah hanya dengan satu kali pukulan dari ayam shamo.
Daftar Harga
1. Harga Telur Ayam Shamo Harga telur ayam shamo juga beragam. Anda bisa mendapatkan harga yang sesuai jika membeli di tempat yang terpercaya juga.
2. Ayam Shamo
Telur ayam shamo biasa bergantung pada apakah telur tersebut di fertile atau tidak. Bisanya harga telur ayam shamo mulai dari Rp. 50.000.
3. Betina
Harga telur betina juga bisa didapatkan dengan harga yang cukup mahal. Oleh karena itu, untuk mendapatkan harga yang diinginkan, anda harus banyak-banyak melakukan riset di berbagai tempat penjualan telur ayam shamo betina.
4. Jantan
Sama seperti telur ayam betina. Ayam jantan juga tidak kalah banyak dicari oleh pengadu ayam. Yang pasti harga tentu akan menentukan kualitas dari telur yang dijual.
5. Harga Anakan Ayam Shamo Untuk harga anakan ayam shamo akan bergantung pada jenis dan juga usia dari ayam tersebut. umumnya ayam shamo jepang dengan umur 1 bulan bisa mencapai hingga Rp. 2.000.000 per pasang.
Semakin tinggi usia ayam dan jenisnya maka akan semakin mahal juga untuk harga anakan ayam shamo. Setiap peternak ayam shamo akan memberikan harga yang berbeda.
Ayam ini biasa dikirim dari luar negeri maka terkadang terdapat ongkos kirim dan wajib mengurus surat izin.
Demikianlah penjelasan dan informasi terkait ayam shamo sebagai ayam aduan yang berasa dari Jepang. Semoga dengan adanya informasi ini bisa bermanfaat bagi anda yang sedang ingin membeli atau berternak ayam shamo.
Ayam ini berasal dari keturunan ayam bangkok, arti kata shamo adalah siam. Pertama kali terdapat pedagang jepang yang berlayar ke Siam dan membawa ayam adu. Kemudian ayam Jepang dan ayam bangkok ini dikawinkan sehingga menghasilkan ayam shamo.
Ayam shamo sudah terkenal dengan julukan raja sabung. Tidak hanya banyak ditemukan di jepang, tetapi saat ini sudah tersebar di beberapa Negara Asia lainnya termasuk Indonesia.
Jenis Jenis Ayam Shamo Ayam shamo sudah memiliki banyak jenis, antara lain:
1. Ayam Shamo Asli Ayam Shamo Asli
Jenis yang pertama adalah ayam shamo asli. Ayam ini terkenal dengan bibit unggul dari ayam shamo hasil pernikahan silang. Ayam unggul ini menjadi ayam yang paling kuat ketika diadu karena tahan pukul dan kuat.
2. Ayam Shamo Ori
Ayam Shamo Ori Selanjutnya ayam shamo ori memiliki tiga jenis yaitu o-shamo, chu shamo dan ko shamo.
3. Ayam Shamo Super
Ayam Shamo Super
Ukuran ayam shamo ini sesuai dengan namanya, tubuhnya besar dan bisa mencapai hingga 7 kg dengan tinggi 85 cm untuk jantan. Ayam shamo super betina, beratnya 5 kgi dengan tinggi 55 cm.
4. Ayam Shamo Brazil
Ayam Shamo Brazil Untuk ayam shamo brazil adalah keturunan dari ayam shamo dan dikembangbiakan oleh orang Amerika Selatan.
Kelebihan Ayam Shamo
Ayam shamo memiliki kelebihan sama seperti ayam bangkok. Di bawah ini terdapat beberapa kelebihan dari ayam shamo, antara lain:
Memiliki pukulan yang sangat kuat Struktur dari otot lebih tebal Sangat tahan terhadap dalam pukulan lawannya Terkadang ketika sudah bertarung, ayam shamo akan terus berjuang bahkan jika harus mati Memiliki kekuatan dan stamina yang lama dan baik. Perbedaan Ayam Aseel Dan Shamo
Perbedaan Ayam Aseel Dan Shamo
Ayam aseel merupakan jenis ayam yang berasal dari kota Rampu. Umumnya ayam aseel dan ayam shamo memang tidak jauh berbeda. Nama shamo diambil dari perkawinan antara ayam aseel dengan thai.
Untuk ayam shamo sangat mendominasi gen dari bangkok dari pada ayam aseel. Perbedaan keduanya juga dari ukuran karena ayam shamo lebih besar. Kemudian perbedaan kedua jenis ayam ini bisa dilihat dari jengger dan matanya.
Perbedaan Ayam Shamo Dan Bangkok
Ayam shamo dan bangkok bisa dilihat bedanya dari bentuk kepala, bulu leher, sayap hingga dadanya. Ayam shamo lebih kencang kulit wajah dibandingkan dengan ayam bangkok dengan sedikit keriput. Selain itu, bulu leher dari ayam shamo tidak lebat sedangkan ayam bangkok sangat lebat bulu lehernya.
Bentuk saya dari shamo lebih mengarah ke atas dan tidak menempel di bagian tubuhnya dan ayam bangkok kebalikannya. Untuk bagian dada ayam bangkok tidak memanjang dan ayam shamo lebih lurus dan memanjang.
Ciri Ciri Ayam Shamo
Setiap ayam shamo memiliki ciri-ciri yang tidak jauh berbeda juga. Di bawah ini ciri-ciri ayam shamo dan juga telur ayam shamo.
1. Ayam Shamo Asli
Ciri-ciri ayam shamo asli jepang ini memiliki bentuk badan yang agak besar dibandingkan dengan jenis ayam bangkok lainnya. Di samping itu, paruhnya lebih kuat, tebal dan memiliki mata yang lebih cerah.
2. Ayam Shamo Ori
Tubuhnya hampir sama dengan ayam shamo asli. Dengan ciri fisik yang kuat dan memiliki stamina yang baik untuk bertarung. Tetapi, populernya ayam shamo ori masih kalah dengan ayam bangkok asli.
3. Ayam Shamo Super
Sesuai dengan namanya, ayam shamo super mempunyai badan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis ayam shamo lainnya.
4. Ayam Shamo Betina
Ciri ayam shamo betina memang tidak sebesar ayam shamo jantan. Meskipun ukurannya dari berat badannya tidak terlalu pasti seberapa ukurannya.
Tetapi, untuk ukuran ayam adu, ukuran ayam shamo betina jauh lebih besar bahkan dua kali lipas dari pada ayam bangkok. Badannya juga lebih tegak.
5. Ayam Shamo Brazil
Ciri Ayam Shamo Brazil Ciri ayam shamo brazil lebih ke tubuh yang tinggi. Ayam ini memang sangat populer di pecinta sabung ayam.
6. Telur Ayam Shamo
Ciri telur ayam shamo berbetuk lonjong dan bewarna putih. Jika dilihat sepintas mirip dengan telur ayam yang biasanya.
Untuk telur ayam shamo sangat banyak dicari oleh kebanyakan orang. Meskipun harganya cukup mahal, bentuk telurnya hampir sama dengan bentuk telur ayam biasanya.
Kelebihan Dan Kekurangan Ayam Shamo Keistimewaan dari ayam shamo bisa terlihat dari bentuk fisik. Ayam dengan ukuran besar ini memiliki kelebihan yang juga banyak.
Mental dari ayam shamo yang tidak akan menyerah menjadikan ayam ini harus menang saat bertarung. Selain itu, pukulannya yang keras dapat langsung mematikan lawan dan gaya bertarung sangat tenang.
Meskipun memiliki keunggulan, ayam shamo juga terdapat beberapa kelemahan. Kelemahan pertama adalah untuk mendapatkan jenis ayam shamo harus dilakukan perkawinan terlebih dahulu.
Di samping itu, harganya juga cukup mahal dan gaya bertarung lebih monoton dibandingkan dengan jenis ayam di Indonesia. Kelemahan yang paling utama adalah susahnya untuk import dari luar negeri.
Teknik Gaya Tarung Ayam Shamo
Ayam aduan jenis shamo sangat populer bagaimana teknik tarungnya. Gaya bertarung yang sering dilakukan oleh ayam shamo adalah penggunaan teknik gabungan yaitu mendorong dan memukul dengan akurat.
Ayam shamo akan mendekati dan memepet lawan hingga lawannya tersudut. Jenis ayam ini memiliki teknik yang bagus, jika memiliki kesempatan, ayam akan langsung terbang dan mencakar bagian kepala dari lawan.
Bahkan, tidak jarang lawan ayam shamo akan kalah hanya dengan satu kali pukulan dari ayam shamo.
Daftar Harga
1. Harga Telur Ayam Shamo Harga telur ayam shamo juga beragam. Anda bisa mendapatkan harga yang sesuai jika membeli di tempat yang terpercaya juga.
2. Ayam Shamo
Telur ayam shamo biasa bergantung pada apakah telur tersebut di fertile atau tidak. Bisanya harga telur ayam shamo mulai dari Rp. 50.000.
3. Betina
Harga telur betina juga bisa didapatkan dengan harga yang cukup mahal. Oleh karena itu, untuk mendapatkan harga yang diinginkan, anda harus banyak-banyak melakukan riset di berbagai tempat penjualan telur ayam shamo betina.
4. Jantan
Sama seperti telur ayam betina. Ayam jantan juga tidak kalah banyak dicari oleh pengadu ayam. Yang pasti harga tentu akan menentukan kualitas dari telur yang dijual.
5. Harga Anakan Ayam Shamo Untuk harga anakan ayam shamo akan bergantung pada jenis dan juga usia dari ayam tersebut. umumnya ayam shamo jepang dengan umur 1 bulan bisa mencapai hingga Rp. 2.000.000 per pasang.
Semakin tinggi usia ayam dan jenisnya maka akan semakin mahal juga untuk harga anakan ayam shamo. Setiap peternak ayam shamo akan memberikan harga yang berbeda.
Ayam ini biasa dikirim dari luar negeri maka terkadang terdapat ongkos kirim dan wajib mengurus surat izin.
Demikianlah penjelasan dan informasi terkait ayam shamo sebagai ayam aduan yang berasa dari Jepang. Semoga dengan adanya informasi ini bisa bermanfaat bagi anda yang sedang ingin membeli atau berternak ayam shamo.
Saturday, 25 December 2021
mantra ayam aduan
Mantra Menang Adu Sabung Ayam dengan Aji Pamepesan
Aji Pamepesan Merupakan,
Mantra Untuk Bermain Sabung Ayam yang Sering digunakan Oleh Para Pengghobi Sabung Ayam Untuk Mendapatkan Kemenangan yang Instan Dalam kepercayaan orang Jawa, ada nama Mantra Ajian untuk permainan Adu Ayam, yaitu Aji Pamepesan yang bisa disebut sebagai salah satu ilmu kuno peninggalan asli tanah jawa.
Menurut cerita,
dimana setiap ada pertandingan adu ayam, beberapa orang berpendapat bahwa setiap pemilik ayam yang mempunyai aji pamepesan ini, ayam nya akan selalu menang, bahkan bila ayam lawan terkena beberapa pukulan sudah di pastikan akan kalah/tumbang. Beberapa sumber mengatakan bahwa aji pamepesan ini hampir hilang keberadaanya, dan hanya beberapa orang saja yang masih mengetahuinya. Beberapa orang mengatakan bahwa aji pamepesan ini sudah merupakan sebuah mitos yang keberadaanya sendiri diragukan.
Doa Mantra Sabung Ayam aji pamepesan
Berikut adalah kutipan Mantra Sabung Ayam aji pamepesan yang masih di yakini oleh masyarakat Jawa :
“Kuwung-kuwung amayungi insun amatak ajiku pamepesan, amepes bebayuning anggane kang ingsun cekel iklingsun cakep pinijet epek-epek si raja keling larut bebayane tan suwe tarung si suwung galing gumuling tan jaluk banyon.”
Masyarakat Jawa mengucapkan mantara ini sebelum ayam di adu. Sebelum kita berangkat ke arena, disarankan kita harus mengisap rokok yang sudah di campur dengan kemenyan diaman yang kita sipakan sebelum pertarungan akan dimulai kita perlu membaca mantara seperti di bawah ini :
“Ingsun Ametik Ajiku Panetasan Kang Dumasuk Ing Wesi Purosani. Ingsun Serot Lemebu Ing Badan Jasmani. Ingsun Sebul Mbarengi Kukusing Udud Kawworan Wisaning Pamor. Bul Sepisan Nampek Moto Jagone Musuh. Bul Pindo Amaning Ing Sajroning Jajantung, Temah Nglubuk Ambruk”
Setelah kita siap untuk membacakan mantara di atas, kita harus langsung menghisap rokok yang sudah kita siapkan tadi, dan kita harus hembuskan asap rokok tadi ke arah ayam yang sedang bertarung.
Faktor Suskesnya Doa Mantra Sabung Ayam aji pamepesan
Akan tetapi masyarakat Jawa sendiri masih meragukan tentang keberadaan aji Pamepesan , dan mengatakan semua itu tergantung bagaimana cara kita memelihara ayam aduan kita, dan berikut beberapa tips tentang merawat ayam supaya menang di adu :
Pemberian makan dan minum yang teratur, tidak berlebih dan tidak kekurangan Tidak lupa untuk selalu melatih ayam secara rutin Merawat fisik ayam, agar mental ayam tidak gampang untuk stress Melakukan pemeriksaan kesehatan ayam, dan memastikan kondisi ayam selalu sehat Menentukan hari pertandingan yang tepat agar tidak terkena sial Namun semuanya tergantung kepada si pemilik ayam tersebut, dan bagaimana cara memelihara serta merawat ayam adunya.
Selain merawat ayam secara rutin, pemberian makan dan minum tidak kalah penting untuk kondisi si ayam aduan. Demikian sekilas informasi mengenai Mantra Adu Ayam, yang kita sendiri tidak bisa pastikan kebenaranya karena sudah di anggap sebagai Mitos.
Monday, 20 August 2018
menciptakan ayam super fight
Gila ini cara menciptakan Ayam Petarung Tangguh
Yang berternak ayam sangat banyak…Namun yang memiliki ayam berkualitas sekelas petarung dan sering menang diarena hanya beberapa orang saja… Padahal kalau soal beli ayam Indukan yang berkualitas baik..rata2 pasti bisa dan harus bisa jika memang niat utk ternak… Namun dengan Bahan yang seharusnya sudah baik..belum tentu menghasilkan Anak2 ayam yang baik..seringkali hasilnya kurang memuaskan dan tidak sekelas/kualitasnya dengan Indukannya…Kenapa Bisa terjadi demikian….? Mungkin belum banyak yg tahu…
Sy akan coba kupas dan ulas sedikit berdasarkan pengalaman dan yang memang sudah diaplikasikan selama ini…Bagaimana cara menciptakan petarung Tangguh dan berkualitas utk di Adu diarena..Faktor2 apa saja yang mempengaruhinya hasil ternakan..:
1. Faktor Gen/Keturunan… Yg paling dominan adalah Gen yang dibawa oleh kedua INdukan..Baik itu Pejantannya maupun Babonnya…..
2. Faktor Makanan…. Jika ayam diternak dengan ala kadarnya..hanya diberikan Katul.. tidak dengan asupan makanan yang bervariasi dan gizi.. maka hal yang paling mungkin terjadi adalah hasilnya cenderung lebih kecil dan tulangnya juga kurang tebal…
3. Faktor Latihan… Ayam dilatih bukan utk merubah pola tarungnya..tapi utk melatih otot/pernapasan ayam agar dalam kondisi yang prima dan sering kali terjadinya ayam rusak ditahap latihan ini…terkadang di Test loncat terlalu muda..atau terlalu lama sehingga menjadi rusak dan terus terbawa hingga ayam dewasa…
Untuk mendapatkan PEJANTAN yang berkualitas adalah hal yang gampang … bisa dengan beli atau pinjam dengan teman yang kebetulan Ayam2 yang sudah menjadi juara lebih dari 7X..tapi yang sudah tidak digunakan lagi atau pasti ada yang jual..Namun yang paling sulit adalah Betinanya…Karna Jarang ada yang mau melepas betinanya…apalagi jika betina tersebut sudah menghasilkan generasi2 juara…atau terkadang ada yang menyebutnya BABON CETAK.
Jika Jual Babon..maka sama saja dengan menjual Pabrik..atau pabriknya akan pindah ke t4 orang lain…Jika ada yang melepas Betina..Paling betina tersebut adalah yang kelas duanya…Yang Kelas A(utamanya) tetap tidak akan dilepas….Hal inilah yang menyebabkan sulitnya berkembang..sedangkan utk menciptakan Babon Cetak Sendiri memerlukan waktu yang lama ..paling cepat 3 tahun..(lancar)..bahkan jika memang benar2 ingin sangat bagus..bisa mencapai 5 tahun…
Cara membuat Babon Cetak/menghasilkan Anak2an yang berkualitas sekelas Pejantannya…
1.Hal yang paling pertama adalah mempersiapkan Pejantan..Bisa menggunakan Pejantan yang sudah menang banyak minimal 5X dan menangnya juga Bagus/cepat..Tulangannya Bagus…Jangan terlalu Tua…Diperkirakan 3 Tahun Kedepan masih bisa bertahan..tidak mati karena kondisi ketua-an… Demikian Juga betinanya..Selanjutnya ayam bisa dikawinkan(Baiknya Sore Hari..Karena Pejantan biasanya tinggat birahinya tinggi disore hari)
2.Tahap perkawinan biasanya dianggap enteng.. satu pejantan dicampur dengan 2 atau 3 betina bahkan lebih di satu kandang trus dibiarkan saja..sesuka pejantannya kapan mau kawin…
Enak Jadi Pejantan bisa kawin2 terus…sehingga kualitas spermanya juga tidak bisa terjamin apakah benar2 bagus… jika ada 4 betina…Maka yang dikawini giliran ke 4..pasti kualitasnya berbeda dengan yang pertama.(sudah sisa2)…oleh sebab itu sebaiknya dipisahkan…Jika ingin kawinkan Betina A.. maka Sehari cukup dicampur dengan Betina A saja ..jangan ada betina lain.. toh sekali Kawin saja …Pembuahan bisa terjadi secara sempurna…Pilih betina yang memang sudah siap utk dikawinkan/birahi..biasanya Babon ini.. jika kita pegang maka..akan langsung duduk.seolah2 sudah pasang badan utk dikawini oleh pejantan..Dan tentunya lagi..Ayam Betina ini diberikan pakan yang cukup..agar kondisi kuat dan prima..walaupun harus berpuasa/angkrrem hingga 21 hari kedepan…Minimal harus mengunakan dua ekor Betina yang berbeda (bukan satu darah/Betina A dan Betina B)..
3.Setelah Anak2 ayam menetas, Jadi Kuthuk dan Lancuran..Simpan Ayam2 anakan yang Betina… Terserah berapapun jumlahnya… Minimal disisakan 2 ekor… dari masing2 Indukan yang berbeda..(pilih betina yang paling tidak mirif dengan Induknya (BABON)….Terserah Anakan Betina keturunan yang ke berapa…Karena anak yang ke berapapun..tetap saja sama…Keturunan Pertamanya.(.F1 =dari Pejantan dan Babon yang sedang diolah)..
4.Setelah Anakan2 F1 ( yang Betina dewasa)… Maka dikawinkan lagi dengan Pejantan yang sama….(Dikawinkan dengan Bapaknya)….Yang Kita Siapkan Ada 2 ekor betina dari Anak Babon A dan B yang berbeda dari hasil ternakkan..jadi totalnya ada 4 Babon ….
5. Tahap Selanjutnya ini yang paling sulit…Yakni memilih 4 dari betina yang memiliki Anak yang paling mirif dengan Pejantannya..Baik dari segi fosturnya, Kepalanya,Kakinya dan bahkan Tarungnya..Dan memang tidak perlu tergesa…bisa dilihat di F2 (jantan generasi keberapa saja)..Pilihlah yang paling mirif….Betina yang tidak terlalu mirif bisa dibuang/potong…jadi yang tersisa adalah yang menghasilkan jago yang paling mirif bapaknya.. tidak masalah 60-70% mirif..
6.Ayam Jago yang paling mirip Pejantannya ini…pasti punya saudara Betina….Maka Betina2 inilah yang dikawinkan lagi dengan Pejantan (cucu dikawinkan dengan Kakeknya)…Dan Anak2an yang dihasilkan pada perkawinan tahap ini.. biasanya sudah semakin meningkat kemirifannyan dengan pejantan sampai 80-90%..Pada Tahap ini setidaknya membutuhkan waktu paling cepat 3 tahun…dan akan sia2 atau mulai dari awal jika ternyata pejantan mati pada tahap 5… karena tidak bisa melanjutkan..dan harus memulai dari awal lagi(Pejantan yang Baru)…
7. Teknik mengawinkan Bapak dengan Anak,,kemudian Bapak dengan Cucu dan Bapak dengan Cicit..Trus Bapak sama Anak dari Anaknya Cicit..berlanjut kebawah terus ini bertujuan agar Gen yang ada pada pejantan benar2 bisa turun ke Betina yang akan dijadikan Babon Cetak..Dan Seterusnya bahkan ada yang sampai 7 tahun… Jika Pejantannya Mati ,,,maka yang menjadi pengantinya adalah Anakan Jantan atau Cucu Jantan yang paling mirif dengan Pejantan yang Mati….Dan tahap yang tertinggi adalah munculnya ayam Jago yang Berwarna Putih dan yang mirif dengan Pejantan/Biang yang Paling pertama di Kandang..Semuanya mirif.. hanya bulunya saja yang berbeda(putih)…Dan Betina2 yang merupakan saudara dari Ayam jago putih inilah yang biasanya dijadikan Babon Cetak diKandang..(tidak akan pernah dijual/keluar kandang..Anak2nya Betinanya biasanya langsung dipotong..Karena sudah pasti Anak2 Betinanya jika dikawinkan dengan pejantan manapun akan menjadi kualitas baik… Karena gen yang ada pada Betina sangat dominan..
8. Namun Ada juga pendapat lain.. bahwa Babon Cetak adalah Babon yang bisa mencetak ayam mirif dengan pejantannyaaaaaaaa…tidak perlu menjalani proses yang lama tadi… Ada benarnya juga Namanya juga cetak…jadi memang harus mirif pejantannya… Tapi jika hanya sekedar mirif bisa saja(tampilan)….Namun belum tentu Kualitasnya sama…
Hal yang mustahil bisa sama/mirif pada F1 turunan pertama
bisa saja hanya penampilannya saja(tampangnya/perawakannya)tapi belum tentu Teknik bertarungnya Karena setiap Betina yag kawin dengan Jantan maka setidaknya Gen Betina akan turun 50% dan Gen Jantan juga 50%nya…tidak mungkin akan turun langsung 90-100% langsung….
Sekalipun memang mencetak ayam2 mirif Pejantannya…
Namun belum tentu Anaknya juga akan menjadi bobon Cetak..Jika Mati Babon/Betina Awal maka selesai sudah… Kandang tidka produksi lagi…
(jika beranggapan Babon cetak yang seperti ini..)
tapi jika menjalani tahapan yang disebutkan diatas tadi… maka diJamin Hasil Ternak akan Maks dan bertahan lama..
(Kecuali Kandang Habis terkena penyakit)..
Dan utk mengantisipasinya biasanya peternak tetap sudah antisipasi dengan menyembunyikan Betina cadangan ditempat/Kanndang lain.. JIka ada hal yang tidak diinginkan terjadi..Serangan penyakit dan Biang2 Mati (khususnya babon) masih ada cadangan ditempat lain..
sekian dan terimakasih,
<
cara mengatasi ayam bangkok betina yang memakan telurnya sendiri
Ternyata 5 Hal Indukan Ayam Bangkok Makan Telurnya Sendiri
pada postingan kali ini akan saya jelaskan tentang 5 Lima hal penyebab ayam bangkok (thai) betina memakan atau mematuk telurnya sendiri. Seperti kita tau bahwa kalau ayam betina baik itu bangkok (thai) ataupun tidak bangkok (thai) akan mempunyai emosi yang tidak stabil ketika sedang bertelur apalagi pas si ayam ini mengerami anaknya.
Hal ini kebanyakan ayam indukan atau ayam betina akan mengalami suatu masa yang disebut emosi yang tidak stabil. Sehingga pada masa ini ayam bangkok (thai) betina tersebut harus kita berlakukan semanja mungkin agar emosinya bisa stabil dan tida merusak telur – telurnya. langkah kecewanya jika kalau telur ayam bangkok (thai) betina kita yang kita harapkan untuk menjadi anakan yang nantinya akan menjadi jawara di medan laga akan hancur dengan telur yang di makan atau di patuk oleh indukannya sendiri.
Mungkin muncul pertanyaan dalam hati sanubari ita, kenapa kok ayam kita bisa mematuk atau memakan telurnya sendiri, bahkan tidak mau megeraminya. Nah disini akan kita bahas satu persatu, karena menurut analisa penulis hal itu disebabkan oleh 5 hal yang menyebabkan ayam bangkok (thai) betina kita tidak mau mengerami bahkan memakan dan mematuk seluruh telurnya sendiri.
ayam pada dasarnya adalah hewan omnivora atau pemakan segala oleh karena itu kita harus berhati – hati dalam memberikan ayam yang nantinya bisa membuat ayam bangkok (thai) betina kita emosinya tidak stabil. Sehingga ayam ayam tersebut akan memakan telutnya sendiri karena tentunya dirasa ada rasa penasaran pada ayam tersebut.
Pada saat ayam bangkok (thai) indukan kita mematuk dan memakan telurnya sendiri ini saya kira menjadi suatu masalash serius bagi kita, sebagai penghobi ayam aduan. Yang mana telur – telur tadi sangat kita harapkan keberadaannya yang nantinya akan menjadi jawara – jawara barudi dunia ayam bangkok (thai) laga. mari kita ulas persatu dari lima masalah ayam bangkok (thai) yang menyebabkan indukan ayam bangkok (thai) betina kita memakan telurnya sendiri. Oke langsung saja kita bahas satu – persatu ulasannya:
a. Rasa Penasaran Ayam Dengan telurnya
Seperti yang kita ungkapkan dan jelaskan diatas bahwa ayam betina yang sedang bertelur dan akan mengerami induknya akan mencoba mematuk dan memakannya. Faktor penasaran inilah yang menjadi penyebabnya.
b.Tempat Pengeraman Yang Kotor
Biasanya ayam akan merasa tidka nyaman ketika tempat pengeramannya kotor dan tidak nyaman untuk ditempati. sehingga ayam bangkok (thai) batina akan mematuk dan memakan telurnya sendiri.
c. Ayam akan Cepat Berlajar
Ayam akan belajar dan mengamati, seperti halnya dia telah mengamati seperti tuannya diakan memakan telurnya ketika dirasa enak maka dia akan memakan telur – telur yang lainnya.
d. Ayam Akan mencontoh ayam indukan lain
kecerdasan ayam yakni dia bisa meniru kebiasaan temannya. Jadi pada waktu ada ayam betina lain yang melihat ayam kita mematuk telurnya dan memakannya maka ayam itupun akan ikut mematuknya.
e. Ayam kekurangan Zat Kalsium
Seperti kita tau bahwa cangkang ayam mengan dung kalsium yang sangat tinggi sehingga kalau ayam kita kekurang kalsium maka ayam betina kita akan mematuk dan bahkan menghabiskan telur beserta cangkangnya tersebut.
Pada saat ayam bangkok (thai) indukan kita mematuk dan memakan telurnya sendiri ini saya kira menjadi suatu masalash serius bagi kita, sebagai penghobi ayam aduan. Yang mana telur – telur tadi sangat kita harapkan keberadaannya yang nantinya akan menjadi jawara – jawara barudi dunia ayam bangkok (thai) laga. mari kita ulas persatu dari lima masalah ayam bangkok (thai) yang menyebabkan indukan ayam bangkok (thai) betina kita memakan telurnya sendiri. Oke langsung saja kita bahas satu – persatu ulasannya:
a. Rasa Penasaran Ayam Dengan telurnya
Seperti yang kita ungkapkan dan jelaskan diatas bahwa ayam betina yang sedang bertelur dan akan mengerami induknya akan mencoba mematuk dan memakannya. Faktor penasaran inilah yang menjadi penyebabnya.
b.Tempat Pengeraman Yang Kotor
Biasanya ayam akan merasa tidka nyaman ketika tempat pengeramannya kotor dan tidak nyaman untuk ditempati. sehingga ayam bangkok (thai) batina akan mematuk dan memakan telurnya sendiri.
c. Ayam akan Cepat Berlajar
Ayam akan belajar dan mengamati, seperti halnya dia telah mengamati seperti tuannya diakan memakan telurnya ketika dirasa enak maka dia akan memakan telur – telur yang lainnya.
d. Ayam Akan mencontoh ayam indukan lain
kecerdasan ayam yakni dia bisa meniru kebiasaan temannya. Jadi pada waktu ada ayam betina lain yang melihat ayam kita mematuk telurnya dan memakannya maka ayam itupun akan ikut mematuknya.
e. Ayam kekurangan Zat Kalsium
Seperti kita tau bahwa cangkang ayam mengan dung kalsium yang sangat tinggi sehingga kalau ayam kita kekurang kalsium maka ayam betina kita akan mematuk dan bahkan menghabiskan telur beserta cangkangnya tersebut.
Kenapa kiayam betina kita ketika sedang mematuk telurnya, itu dilakukan agar kita mengetahui ciri – ciri ayam betina kita yang lain ketika sedang bertelur dan mengerami tidak akan mematuknya. Karena hal ini kita sudah mengtetahuinya cara menaggulanginya
Semoga bermanfaat sobat
Tehnik Ternak Ayam Aduan Berkualitas Super
Tehnik Ternak Ayam Aduan Berkualitas Super
Hasil tidak seragam, dan kualitas mutunya lambat laun terasa semakin menurun…
Kebanyakan peternak di Indonesia sangat fanatik dgn trah juara. Juara VS Juara, tapi anakannya tidak ada yg juara… Ini menimbulkan pertanyaan tersendiri…
Salah satu penyebabnya mungkin krn indukan kita geno-typenya tidak seragam alias acak-acakan.
Itulah sebabnya diperlukan ternak dgn “rekayasa genetik” untuk menyeragamkan geno-type melalui proses ternak yg lebih terpadu, tersistematis atau terpola dengan baik. Bukan sekedar ayam menangan saja.
Buat rekan2 sekalian,
ini ada sedikit artikel mengenai teknik2 breeding (beternak) dgn cara yg lebih sistematis sehingga bisa juga disebut sebagai ‘Rekayasa Genetika’. Mungkin saja diantara teman2 ada yg lebih berpengalaman dan menemukan cara ternak yg lebih baik.
Tapi minimal, artikel ini bisa menjadi sebuah wawasan baru mengenai bagaimana cara beternak yg baik dgn teknik modern sesuai dgn teori genetika.
Sebelum dilanjut, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa kosa kata yg ada dalam artikel ini agar tdk terjadi salah penafsiran.
Inbreed :
Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.
Line breed :
Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.
Cross breed :
Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.
Super breed :
Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.
Super fight :
Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung.
Artikel ini ditulis oleh Steven van Breemen, sesuai dgn pengalamannya beternak merpati pos di Eropa sana. Dituangkan dalam buku berjudul Mini Course The Art of Breeding.
Meskipun hewan yg digunakan adalah merpati, tapi saya rasa bisa diterapkan pada Ayam. Mengingat kedua spesies ini banyak memiliki kesamaan.
Berikut ringkasannya :
Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut :
“population genetics”.
Tujuan metode ini adalah membangun suatu populasi yang ada dalam kandang dengan ciri-ciri genetika yang kurang lebih sama (homogen). Misalnya, kalau kita punya 50 ayam di kandang, maka semuanya mempunyai ciri kualitas karakter yang relatif sama (tentu tidak 100 % sama, tapi kalaupun berbeda tidak terlalu jauh). Dari kesamaan karakter ini, kita akan mampu memunculkan hasil ternak yang selalu stabil mutunya. Artinya, kita bisa mendapatkan stok super breeder unggulan yang pada akhirnya mampu memunculkan super fight.
Metode ini merupakan pengembangan dari teori Gregory Mendel yg dimodifikasi. Aplikasinya dengan menggunakan prinsip Cross Breed, Inbreed dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.
Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kaki bisa menikmati hasilnya selama 20 tahun lebih…!!
Teori population genetics hanya cocok diterapkan oleh breeder yang serius, konsisten dan mempunyai visi jauh ke depan. Jadi harus diawali dengan suatu angan-angan tentang kualitas ayam yg nantinya ingin kita hasilkan.
Berikut penerapannya di lapangan :
Tahapan ternak berdasar teori ini :
1. Cross breed I —–> 2. inbreed —–> 3. line breed —–> 4. cross breed II
1. Cross breed I
Sebelum mulai ternak, kita harus berkhayal dulu. Berkhayal tentang seperti apa typical karakter ayam terbaik yang kita idam2kan. Bukan sekedar ikut2an hanya melihat ayam juara yang ada. Ayam juara belum tentu sempurna. Maka khayalan kita harus jauh lebih bagus dari sekedar juara. Agak idealis kelihatannya, tapi inilah cita cita yang harus dicapai, bagaimanapun sulitnya.
Untuk cross breed I, carilah pasangan indukan sesuai dgn kriteria khayalan kita tsb. Memakai ayam juara lebih dianjurkan. Tapi jangan asal comot!!!. Ayam juara banyak ragam typikal kerjanya. Misalkan ingin punya ayam dgn pukul keras, maka carilah ayam juara yg tipikal kerjanya pukul keras. Kemudian cari juga pasangan betinanya yg keturunan ayam pukul keras.
Hasil dari cross breed 1 ini diharapkan muncul ayam2 dgn karakter pukul keras secara merata pada anakannya.
Cross breed 1 ini dianggap tahap yg paling penting utk pondasi tahapan breeding berikutnya. Hasil anakan 75% harus rata karakternya. Ini untuk menghindari resiko besar pada tahapan breeding selanjutnya (inbreed), dan menghindari set back yg bisa membuang waktu percuma.
2. Inbreed :
Tujuan inbreed adlh mencetak breeder (parental stock) yg menyatukan sifat2 positif yg dimiliki agar lebih kuat daya turun ke anaknya (dominan).
Hasil inilah yg disebut ‘investasi’, modal dasar dan aset ternakan kita yg sangat berharga. Anakan hasil inbreed, biasanya tidak memiliki ‘vitalitas’. Yaitu rentan terhadap penyakit, dan fisik/staminanya loyo. Ini tidak menjadi masalah, karena tujuan utamanya adalah untuk parental stock, bukan untuk dijadikan fighter. Sukur2 kalo ternyata hasilnya bisa jadi petarung. Pada akhirnya, kurangnya vitalitas ini dapat diperbaiki melalui tahapan berikutnya.
3. Line breed :
Setelah dapat ‘modal’ dari inbreed, diperkuat lagi dgn line breed. Bila dipasangkan (misalnya) dgn paman yg punya pukul keras, hasilnya sudah bisa dipastikan : ayam dgn karakter pukul sempurna yg sangat dominan. Mungkin inilah yg dimaksud oleh Steven sebagai ‘super breed’. Yaitu ayam yg memiliki daya turun breeding yg kuat thdp anak2nya.
4. Cross breed 2 :
Super breed ini boleh dicoba utk disilang dgn ayam dari trah lain (cross breed ke 2). Tujuannya utk menambah daya vitalitas dan menyempurnakan karakter. Kalau di cross dgn ayam lain yg pukul keras, hasilnya pasti ayam dgn pukulan sempurna. Kalau di cross dgn ayam yg sifatnya agak berbeda, -teknik bagus misalnya- maka pukul kerasnya tidak akan hilang. Justru kita berharap ayam dgn tipikal pukul keras dan teknik bagus. Inilah yang dimaksud Mr. Steven sebagai ‘Super fighter’.
CROS BREED I
Pacek ( A) + Babon ( B ) = Anak Betina 1 ( C ) A dan B tidak sedarah
Pacek ( A) + Babon ( B ) = Anak Betina 1 ( C ) A dan B tidak sedarah
IN BREED
Pacek ( A ) + Anak Betina 1 ( C ) = Anak Betina 2 ( D )
Pacek ( A ) + Anak Betina 1 ( C ) = Anak Betina 2 ( D )
LINE BREED
Paman ( A 1 ) + Anak Betina 2 ( D ) = Anak Betina 3 ( E )
Paman ( A 1 ) + Anak Betina 2 ( D ) = Anak Betina 3 ( E )
CROS BREED II Pacek ( A 2 ) + Anak Betina 3 ( E ) Tidak satu darah
Kolom Kedua
CROS BREED I
Pacek ( A) + Babon ( B ) = Anak Betina 1 ( C ) A dan B tidak sedarah
Pacek ( A) + Babon ( B ) = Anak Betina 1 ( C ) A dan B tidak sedarah
IN BREED
Pacek ( A ) + Anak Betina 1 ( C ) = Anak Betina 2 ( D )
Pacek ( A ) + Anak Betina 1 ( C ) = Anak Betina 2 ( D )
LINE BREED
Pacek ( A ) + Anak Betina 2 ( D ) = Anak Betina 3 ( E )
Pacek ( A ) + Anak Betina 2 ( D ) = Anak Betina 3 ( E )
CROS BREED II Pacek ( A 1 ) + Anak Betina 3 ( E ) Tidak satu darah
Beberapa prinsip yg harus dipahami :
1.Tujuan utama teori population genetics adalah untuk melestarikan karakter/sifat-sifat unggul dari indukan (untuk mudahnya kita pake saja istilah “geno-type”) , bukan mempertahankan ciri-ciri fisik (feno-type). Dgn kata lain, tujuan teori ini adlh menciptakan ‘super ‘breeder’.
2. Inbreeding pada prinsipnya adalah upaya menggabungkan sifat-sifat/ karakter 2 individu yang berbeda, baik karakter yang positif maupun negatif. (Ingat, tidak ada ayam yg sempurna). Oleh karenanya rumus inbreeding adalah “the best vs the best”. Mr. Breemen memakai istilah super breeder vs super breeder. Yang kedua, super breeder harus mempunyai karakteristik yg dapat mendukung “khayalan” kualitas ayam yg ingin dihasilkan dari ternak kita. Misalnya kalau kita menghayalkan bahwa hasil ternakan kita harus teknik bagus, maka cari indukan yg teknik bagus. Kalau sekarang belum memiliki atau belum mampu memiliki indukan yg “ideal”, menurut saya tidak perlu khawatir karena kualitas indukan dapat diperbaiki melalui cross-breeding.
Mungkin ada yg bertanya, kalau kita sudah punya “super breeder” kenapa tidak itu saja diternak dan nggak perlu repot-repot pake teori population genetics??
jawab : Kalau tujuan kita ternak hanya jangka pendek memang teori population genetics tidak perlu, tapi seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan kita adalah jangka panjang. Perlu diingat bahwa super breeder yg kita punya suatu saat akan mati, mandul, atau sakit. Kalau ini terjadi maka kita kehilangan modal. Itu sebabnya banyak peternak besar yg gagal mempertahankan standard kualitasnya dan terus menurun. Dan banyak ayam2 juara yg terputus generasinya.
3. Cross-breeding yg pertama adalah pada saat awal memulai ternak dimana indukan berasal dari dua darah (strain) yg berbeda sedangkan cross-breeding yg kedua dilakukan dengan dua tujuan, yaitu apabila kita ingin memproduksi petarung dan untuk memperbaiki kualitas darah yg sudah ada (menambahkan elemen baru atau “additive characteristics” yg sudah ada).
4. Aplikasi teori population genetics menuntut adanya sistem seleksi yg ekstra ketat. Beberapa waktu yg lalu ada pendapat yg mengatakan untuk bisa memakai sistem inbreeding, maka kita harus menjadi ahli “membunuh”. Istilah ini sebenarnya hanya untuk memberikan tekanan bahwa anakan yg akan melanjutkan generasi indukan harus diseleksi secara ketat. Pilihlah anak betina yg mirip bapaknya dan anak jantan yg mirip ibunya. Yang perlu dipahami, pengertian “mirip” disini bukan mirip secara fisik, tapi yg lebih penting adalah karakternya (tetapi kalau secara fisik juga mirip ya tidak apa-apa). Di sini lagi-lagi diperlukan “feeling” dan keahlian dalam melakukan seleksi. Agar kita bisa melakukan seleksi, misalnya untuk mengambil 1 pasang pada setiap generasi kita tetaskan 3 X, lalu dari situ dilakukan seleksi untuk menentukan 1 pasang yg akan melanjutkan karakter moyangnya (ancestors). Semakin banyak pilihan yg akan diseleksi, akan semakin bagus.
5.Hasil inbreeding selalu ditandai dengan ciri-ciri kehilangan vitalitas (ayam hasil inbreeding menunjukkan gejala penurunan vitalitas). Prof. Anker bahkan menegaskan bahwa semakin besar hilangnya vitalitas pada ayam hasil in-breeding berarti effek dari inbreeding itu lebih bagus ( ).
Ayam hasil inbreeding tidak cocok untuk tarung, tapi hanya cocok untuk menjadi indukan (orang eropa biasanya beli burung bukan untuk dimainkan tapi untuk breeding). Turunanya nanti yang dimainkan.
Vitalitas yang hilang itu akan didapatkan kembali apabila hasil inbreeding di-cross dengan ayam lain. Inbreeding dimaksudkan untuk membangun sifat-sifat yang akan selalu diturunkan kepada turunannya (offspring), sedangkan cross-breeding untuk menambah sifat-sifat/ karakter yang sudah ada seperti menambah vitalitas, karakter dan kekuatan.
Dengan in-breeding kita bisa memperbaiki kualitas yang jelek. In-breeding adalah pengurangan variasi atau keragaman. Semakin banyak/sering suatu darah tertentu (strain) dilakukan in-breed maka turunannya akan mirip satu sama lain.
Menjodohkan bapak dan anaknya yg cewek atau ibu dengan anaknya yg cowok lebih efektif hasilnya dari pada menjodohkan kakak dengan adiknya (meskipun sama-sama in-breeding tapi sepertinya dampaknya berbeda).
Selamat mencoba sobat
Subscribe to:
Comments (Atom)


